LIPUTAN PENGAJIAN RUTIN

PBRUNSWICK

SABTU, 25 AGUSTUS 2007

Video

Notulensi Pengajian

 

Pembicara        : Bpk. Andi Syafrani

Tema                : Dimensi praktis dan ritual seputar shaum ramadhan

Hari/Tanggal     : Sabtu, 25 Agustus 2007

Bertempat        : Masjid Fatih, Coburg.

 

Point-point tausiyah:

-         Kajian kali ini mengupas seputar ibadah shaum dilihat dari aspek praktis dan ritualnya. Adapun ayat Al-quran yang dijadikan rujukan dalam kajian kali ini adalah Surat Al-Baqoroh ayat 183-185:

 

183.  Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

184.  (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[114], Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.

185.  (beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

 

[114]  maksudnya memberi makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari.

 

-         Seputar Nisfu Sya’ban:

Dalam tausyiyahnya bapak Andi mengingatkan akan moment nisfu sya’ban yang oleh sebagian kaum muslimin khususnya di Indonesia diyakini banyak memiliki fadhilah atau keutamaan. Adapun diantara keutamaan nisfu sya’ban antara lain pada hari tersebut terjadi moment “annual report” mengenai amal kebaikan manusia kepada Allah Swt.

 

Karena pentingnya moment ini maka dianjurkan kita selaku muslim untuk mengisinya dengan memperbanyak beramal ibadah yang baik pada hari tersebut diantaranya melakukan shalat tasbih dan berpuasa. Diharapkan dengan demikian kita dapat menutup dan membuka buku laporan tahunan kita dengan hal yang baik.

 

-         Seputar Fikih Shaum

 

Satu poin menarik yang disampaikan oleh Bpk Andi adalah mengenai keunikan ibadah shaum yang mana dalam kaifiyah atau tata cara pelaksanaannya cukup jelas dijabarkan dalam Al-Quran. Bila dibandingkan dengan ibadah sholat misalnya maka nampak sekali kalau ibadah shaum ini dijabarkan cukup rinci sedang ibadah sholat lebih banyak dijabarkan secara general (yang sifatnya perintah menunaikan sholat tanpa banyak deskripsi mengenai tatacara sholat).

 

Puasa ramadhan adalah salah satu puasa wajib, adapun puasa wajib lainnnya antara lain puasa kafarat atau puasa untuk menggantikan puasa ramadhan yang batal karena sebab tertentu.

 

Poin lainnya adalah mengenai pentingnya berniat untuk puasa di waktu malam (atau tabyitun niyyat). Dalam tausyiyahnya Bpk. Andi mengutarakan cukup panjang dan lebar mengenai keutamaan dan pandangan beberapa ahli fikih mengenai kewajiban me-niat-kan shaum di waktu malam yang berujung pada kesimpulan ada sebagian ahli fikih yang memperbolehkan satu niat untuk satu bulan ramadhan (madzhab hanafi), sedangkan ahli fikih yang lain berpandangan niat puasa harus dilaksanakan pada setiap malam hari sebelum berpuasa (Madzhab syafi’i).

 

Point keempat yang dibahas adalah seputar keringanan bagi yang sakit dimana beliau mengutarakan pembahasan mengenai definisi sakit yang pada pokoknya tidak ada definisi yang cukup tegas mengenai sakit apa dan bagaimana yang dapat memperoleh keringanan dan mungkin dikembalikan pada kemampuan atau kepayahan si individu dalam menghadapi sakitnya.

 

Selain keringanan untuk yang sakit, dibahas juga mengenai keringanan bagi musafir (dilihat dari sudut pandang jarak yang ditempuh atau kesulitan yang dirasakan dalam perjalanan) dan orang-orang yang tidak mampu berpuasa (pekerja keras, orang tua, dsb). Dari pembahasan mengenai keringanan ini diakhir dengan satu kesimpulan yang indah dimana sesungguhnya Allah selalu memberikan kemudahan bagi umatnya sebagaiamana terdapat dalam ayat Al-Baqoroh di atas:

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.

 

Atau sebagaimana tersebut dalam Hadist bahwa “Ad-din Yusrunatau agama itu penuh kemudahan. Walaupun demikian sebaiknya sesulit apapun kita harus tetap mencoba untuk dapat menunaikan ibadah puasa karena didalamnya banyak faidah dan hikmah yang dapat kita petik , sebagaimana dalam Al-Quran Allah berfirman:

 

Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.

 

-         Sesi tanya jawab:

Ada tiga pertanyaan yang diutakan oleh peserta pengajian yaitu

o       Mengenai berpuasa di negeri yang ekstrim iklimnya sehingga waktu puasa menjadi sangat panjang atau pendek yang dibahas oleh Bpk Andi disertai dengan beberapa pandangan ahli fikih.

o       Pertanyaan kedua seputar masalah waktu imsak dan berbuka yang dijawab oleh bapak Andi dengan pembahasan seputar penetapan waktu sholat melalui ilmu falak.

o       Pertanyaan terakhir adalah mengenai membatalkan puasa dengan selain makan dan minum yang pada prinsipnya dijawab oleh bapak Andi bahwa semua yang membatalkan puasa disiang hari dapat digunakan untuk membatalkan puasa.

 

-         Input dari Peserta seputar pengajian kali ini dan insyallah akan coba difollow-up oleh pengurus adalah sebagai berikut:

o       Mengundang Pak E sebagai pembicara.

o       Mengupload notulensi dan foto ke pbrunswick.com

o       Shalat tarawih bersama dan sesi membaca alquan bersama

o       Buka puasa bersama

 

-         Selain hal diatas acara pengajian kemaren sekaligus adalah acara perpisahan dengan beberapa jamaah dan pengurus Pbrunswick periode lalu yang akan pulang ke tanah air diantaranya Mas Alva, Mas Budi, dan Mas Mardi.

-         Demikian dan insyallah pengajian yang akan datang akan dilangsung dengan acara buka puasa bersama dan shalat tarawih yang insyallah akan mengambil tempat di Warr Park pada tanggal 29 September 2007.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Assalamualaikum Wr. WB.

Salam sejahtera untuk bapak/ibu/rekan sekalian jamaah PBrunswick yang dirahmati Allah SWT dan semoga selalu dalam  lindunganNya. Tidak terasa hampir satu bulan berlalu sejak pengajian terakhir kita bulan Juli lalu, untuk itu kami ingin mengingatkan bahwa sebagaimana biasa pengajian bulanan PBrunswick untuk bulan Agustus ini akan diadakan pada:

Hari/Tanggal : Sabtu, 25 Agustus 2007
Waktu         : Pukul 12.00 (Dhuhur berjamaah) sampai dengan 15:00 (Ashar Berjamaah)
Tempat        : Fatih Mosque - Nicholson Street
Pemateri      : Bpk. Andi Syafrani

Satu hal yang ingin kami tegaskan, untuk pengajian kali ini kami akan memulai pengajian setelah Dhuhur dan diakhiri menjelang shalat Ashar dengan harapan dapat meningkatkan efektifitas pelaksanaan pengajian kita. Demikian undangan dari kami dan untuk perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih. Wa billahi taufiq wal hidayah.

Wassalamualaikum wr. wb.


Pengurus PBrunswick